Dalam kehidupan sehari hari banyak kegiatan yang diulang sehingga secara tidak sadar hal yang berat pun menjadi biasa saja bukan merupakan suatu beban. Sewaktu masih sekolah dasar, saya  dan teman teman dipaksa guru disekolah setiap pagi untuk baris  dan diabsen sebelum masuk kelas . Awalnya sangat senang sehingga sering sambil bercanda dan tersenda gurau,tetapi setelah beberapa tahun terasa menjadi beban karena kalau terlambat datang sedikit saja jadi ketahuan dan diberikan hukuman. Kegiatan ini terus berulang sehingga semua murid lupa dan tidak lagi merasakan beban tersebut, keceriaan pun hilang menjadi kegiatan biasa tanpa rasa hambar. Hampir bisa dikatakan sebagai kecanduan.

Cerita diatas hanyalah satu dari banyak upaya ,tindakan , ucapan, melihat, mendengar, meraba, mencium dengan segenap kemampuan panca indera manusia untuk bisa menerima hal yang baru menjadi suatu pola hidup kebiasaan bisa bersifat positif/ baik maupun bersifat negatif/ merugikan. Hal ini pun sangat relative sekali karena sangat bergantung kepada yang merasakannya. Satu tindakan yang dianggap baik untuk orang/kelompok masih ada peluang sebagai dirasakan sebagai kegiatan yang merugikan bagi orang lain. Hal ini sangat bergantung kepada pemahaman rule atau aturan yang dipeganganya sebagai tolak ukur menilaian terhadap tindakan tersebut. Pemuka Agama Ustad , Pendeta, Pastur,Romo bila memberikan ajaran yang baik menurut agama bisa dianggap menjadi suatu kegiatan negatif karena tidak sejalan dengan norma norma yang ada dan dijadikan pegangan hidup kelompoknya pada saat ini.

Dengan dua hal tersebut manusia akan menerima apapun bentuk yang dilakukan secara terus menerus konsisten diulang ….diulang …. Dilakukan lagi….dan dilakukan terus menerus dan dikuatkan dengan melalui pancaindera yang lain mendengar ,melihat, meraba/merasakan, mencium,mengecap. Diperlukan waktu yang lama dan konsisten dilakukan seiring dengan kemampuan dan pemahaman waktu yang diperlukan akan semakin sedikit atau bahkan menjadi semakin bertambah apabila ternyata informasi yang baru didapat terjadi perbedaan dengan data yang tersimpan dalam memory. Untuk orang tua akan lebih sulit menerima hal baru karena tidak sesuai dengan data sebelumnya yang biasa dijalankan.

Berdasar hal tersebut diatas sebaiknya hindari melihat/ menonton  tayangan yang negatif  …..gosip, sinetron dengan marah marah , komedi yang berbau pelecehan.dll Mendengarkan lagu lagu sedih …..…membaca…mendengarkan … hal hal negatif secara terus. Pikiran bawah sadar akan menerima apa adanya hal yang di terimanya secara berulang dan terus menerus.

 

Written by 

I.Hartaman praktek Hipnoterapi di Cikarang Barat,Kab Bekasi. Dengan perjanjian dapat melalukan terapi maupun konsultasi. I.Hartaman memberikan seminar teknologi pikiran untuk pelajar/siswa, teman serta kolega untuk mengatasi masalah keseharian. I.Hartaman mendapatkan Certified Hypnotherapist dengan menyelesaikan pendidikan 100 jam Scientific EEG and Clinical Hipnotherapy berstandar tinggi Adi W Gunawan Institute of Mind Technology Surabaya.