Seorang anak bercerita kepada bapak dan ibunya bahwa suatu saat sudah dewasa nanti ingin mempunyai mobil seperti kepunyaan paman yang merupakan adik dari ibunya untuk bisa mengajak  membawa serta kedua orang tua berkeliling menemui nenek serta kakek. Dia membayangkan membawa sendiri kendaraan tersebut adik dan kakak nya duduk di samping  di kursi depan sementara ayah ibu duduk di kursi dibelakang . Begitulah impian seorang anak begitu jujur ,lugu tanpa takut salah atau pun malu, tetapi ketika sesudah dewasa banyak orang takut, malu bahkan menolak untuk bermimpi dengan berbagai alasan “itu tak mungkin” , “ ah… menghayal saja” “ mana bisa kamu begitu” berbagai alasan untuk menolak impian.

Setelah dewasa kita manusia bertemu dengan berbagai macam kenyataan ,untuk makan harus masak atau membeli dan untuk itu  diperlukan uang. Uang hanya didapat dengan usaha ,bekerja ,mengeluarkan tenaga, pikiran,perasaan, bahkan memakai uang itu sendiri agar dapat mendapatkan lebih banyak lagi uang. Orang dewasa hidup berdasarkan logika sehingga timbul perasaan takut,malu enggan  untuk bermimpi mempunyai cita cita seperti dimasa anak anak. Pikiran anak tidak pernah mempertimbangkan mungkin atau tidak ,masuk akal atau tidak ,mereka cukup bermimpi dan melepaskan impian tersebut kepada alam pasrah kan harapan doanya kepada Tuhan.

Bagaimana dengan orang dewasa apakah juga tidak bisa pasrah? Pasrah dengan putus asa mempunyai garis yang sangat tipis ada yang  berkata “Saya pasrah dengan keadaan ini semua usaha sudah dilakukan buktinya keadaan masih saja sama seperti dulu” atau “ Yah.. sudah kita pasrah kan saja kepada Tuhan jangan lagi diungkit ungkit” menurut saya itu bukan pasrah tetapi putus asa .Menurut anda apakah ini pasrah ? Cerita  anak yang bermimpi tadi selayaknya kita orang dewasa juga pasrah tanpa menuntut kepada Tuhan dibarengi usaha sekuat tenaga ,seorang yang ulet adalah orang yang pasrah. Bekerja terus usaha tak kenal lelah untuk berhasil sesuai harapan mimpi dan menerima karunia Tuhan atas usaha tersebut, apapun hasil yang Tuhan berikan diterima  tanpa berkeluh kesah .  Sangat sulit untuk menilai tingkat ke pasrahan orang lain karena banyak aspek yang mempengaruhi pikiran sehingga bisa dikatakan pasrah, ego akan superior tas,emosi negatif perasaan benci, marah, dendam atau program yang ada dalam pikiran bawah sadar.

Program yang ada dalam alam bawah sadar yang diberikan oleh figur otoritas seperti orang tua,guru,pembimbing dan lingkungan  bisa menjadi penghalang pasrah kita kepada Tuhan , kok bisa? Orang tua menginginkan anaknya berhasil tetapi secara tidak sadar menghalangi anaknya untuk sukses yang dilakukan melalui program bawah sadar. Misalnya ada orang tua  menasehati anaknya agar jujur dalam hidup “ Nak, nanti kalau besar jadi orang berhasil,sukses berlakulah jujur tidak usah menipu  punya  harta asal cukup saja  tidak usah berlebihan” apakah salah ucapan orang tua seperti itu pembaca sekalian? Tidak tidak salah hanya ada kalimat kurang tepat , apabila anak merekam dengan persis ucapan orang tua seperti itu ada kemungkinan  akan berpotensi menjadi program anak tidak pasrah atas usaha yang dilakukannya saat dewasa nanti. Mari kita urai kalimat menjadi 2 bagian.

” Nanti kalau besar jadi orang berhasil,sukses berlakulah jujur tidak usah menipu  “  ucapan ini biasa saja ,selanjutnya adalah perkataan” punya  harta asal cukup saja  tidak usah berlebihan” pikiran anak akan bingung cukup itu seperti  bagaimana karena sangat tidak jelas. Umpama anak yang  sudah besar dan menjadi orang yang pintar ,jujur dan pekerja yang berkeahlian,atas usahanya tersebut ternyata Tuhan tidak memberikan kekayaan kepadanya.Mengapa ?karena dia tidak “Pasrah”. Penjelasannya begini, dengan kemampuannya serta sifat  yang baik Tuhan akan memberikan harta yang banyak hingga melimpah berkelebihan tetapi karena orang tua menasehati “punya harta asal cukup saja tidak usah berlebihan” akibatnya anugerah NYA ditolak oleh subconscious mind ,pikiran bawah sadar tidak pasrah tidak mau menerima apapun yang Tuhan akan berikan kepadanya karena pribadinya sudah merasa cukup dan tak perlu berlebih.Kalau dia pasrah apapun yang Tuhan berikan akan diterima dan disyukuri . Kita tidak boleh  terjebak oleh pasrah adalah ketika mendapatkan hal yang tidak baik dari Tuhan tetapi haruslah pasrah juga saat Tuhan akan memberikan karunia kenikmatan ,pasrah kan segenap jiwa dengan bersyukur.

Kalau program orang tua sudah terlanjur terjadi dan tersimpan dalam memori anak tersebut maka mintalah saran kepada orang yang paham  cara memperbaiki memberikan pemahaman baru akan arti yang sebenarnya ucapan orang tua.

Written by 

I.Hartaman praktek Hipnoterapi di Cikarang Barat,Kab Bekasi. Dengan perjanjian dapat melalukan terapi maupun konsultasi. I.Hartaman memberikan seminar teknologi pikiran untuk pelajar/siswa, teman serta kolega untuk mengatasi masalah keseharian. I.Hartaman mendapatkan Certified Hypnotherapist dengan menyelesaikan pendidikan 100 jam Scientific EEG and Clinical Hipnotherapy berstandar tinggi Adi W Gunawan Institute of Mind Technology Surabaya.