Pernikahan antara dua insan manusia merupakan hal yang sangat didambakan dan disangat dinanti tidak saja oleh kedua orang yang bersangkutan tetapi juga ada orang tua. Ketika sesorang yang sudah dewasa  orang tua mulai bertanya tanya “kapan Kawin?” “siapa calonnya ?” dan banyak hal di tanyakan dan ketika anak belum mempunyai calon  beberapa orang tua mulai mencoba mencari calon untuk anaknya.

Kebutuhan biologis  manusia salah satunya adalah sex yang berujung pada dihasilkannya keturunan  juga memberikan perasaan kebahagian  orang yang melakukannya. Ini dilakukan berkat dorongan emosi cinta,kasih,keinginan saling membahagiakan dll  ini tindakan  sederhana manusiawi  terjadi tanpa perlu usaha yang banyak karena berjalan secara alamiah. Kebahagiaan pasangan yang telah melangsungkan pernikahan bisa menjadi malapetaka ketika ternyata hal ilmiah sederhana ini tidak berjalan semestinya, pasangan pria tak mampu ereksi atau tak cukup sehingga tak bisa melakukan penetrasi.

Ada pasangan yang telah melangsungkan pernikahan hampir setahun tidak sekalipun dapat melakukan hubungan intim karena pria tidak bisa ereksi. Walaupun ereksi bagi orang umumnya merupakan suatu proses yang tidak sulit, biasa terjadi sejak masa anak hingga dewasa. Segala usaha dilakukan agar “sembuh” dokter menyatakan dia adalah orang sehat secara fisik dan usaha lain adalah mencari masalah psikis/mental.

Kasus ketidak mampuan pria melakukan ereksi berdasar pengalaman di ruang terapi bisa saja terjadi karena hal sederhana,ketertarikan kepada sesama jenis salah satu penyebab hilangnya kekuatan ereksi walaupun secara pikran sadar pria ini tertarik dan cinta kepada wanita. Dalam  kasus lain adalah pengalaman masa kecil, seorang anak tidak sengaja melihat ibunya sedang mengerang karena ditindih oleh bapaknya.Pikiran bawah sadarnya memahami sebagai sesuatu yang salah tindkan  menyebabkan seseorang menjadi menderita  ini adalah trauma masa kecil. Lingkungan juga   membentuk kepribadian sex seseorang yaitu   penyebab timbulnya ketidak tertarikan pria kepada wanita secara tidak disadari. Seorang mahasiswa yang tinggal di kost bersama dengan mahasiswa lain dan suatu ketika terjadi sex sesama jenis yang menimbulkan perasaan nyaman, senang, bahagia  pikiran bawah sadar menikmatinya walaupun terjadi hanya sekali ternyata bisa menjadi penyebab ketidakmampuan pria ereksi.

Permasalahan yang disebabkan oleh mental tersebuat tentu saja tidak dapat terditeksi secara fisik dan seringkali tidak yang bersangkutan pun tidak menyadari akan keberadaan permasalahan tersebut karena tersimpan dalam mental bawah sadarnya tertutup rapat. Apabila akar masalah ini tidak diselesaikan dengan benar dan tuntas kebahgiaan sepasang suami istri bisa berubah menjadi penderitaan baik disisi pria maupun wanita. Satu masalah akan menimbulkan emosi negative lain seperti tidak percaya diri,marah,benci bahkan perselingkuhan.

Written by 

I.Hartaman praktek Hipnoterapi di Cikarang Barat,Kab Bekasi. Dengan perjanjian dapat melalukan terapi maupun konsultasi. I.Hartaman memberikan seminar teknologi pikiran untuk pelajar/siswa, teman serta kolega untuk mengatasi masalah keseharian. I.Hartaman mendapatkan Certified Hypnotherapist dengan menyelesaikan pendidikan 100 jam Scientific EEG and Clinical Hipnotherapy berstandar tinggi Adi W Gunawan Institute of Mind Technology Surabaya.