Dunia anak penuh dengan kegembiraan polos serta tanpa ada perasaan malu, semuannya dilakukan dengan spontan dan tidak ada perencanaan. Umumnya dihubungkan dengan sifat suci, lugu ,hangat dan bebas bergerak juga anak selalu ingin dicintai dengan tanpa syarat. Apakah anak kecil ini masih ada dalam diri kita yang telah dewasa?

Anda bisa mencoba untuk membuktikan hal ini, bermainlah dengan seorang atau beberapa anak  dan lepaskan semua pertimbangan/pemikiran sebagai orang dewasa. Rasakan apa yang diinginkan dan ekspresikan bersama mereka. Cara bicara , mimik, gerak cara bergerak anda akan mencerminkan sifat sifat anak dalam diri anda, dia akan meminta, memohon bermain selayaknya anak seumurnya. Anak ini terus tubuh dalam diri anda sesuai dengan sifatnya yang gembira,tidak ingin punya beban, bebas,tertawa,menangis,bermain,marah, takut,malu dan khawatir. Anda akan merasakan hal ini ketika dalam liburan misalnya anda yang dewasa tiba tiba hilang, yang bekerja dalam diri anda adalah si kecil yang gembira,ceria,tidak punyarasa malu,polos dsb.

 

Anak tersebut adalah diri anda pada saat kecil, didalam diri anda pun terdapat seseorang yang remaja selain anda yang dewasa. Kami hipnoterapis menyebutnya dengan “Inner Child” seorang anak kecil dalam diri. Seorang anak yang terluka perasaan dan belum mendapatkan pengobatannya maka luka ini akan terus ada dalam perasaan anak ini terbawa sampai diri anda dewasa. Pengobatan yang dimaksud adalah bagaimana orang tua meredakan/menghilangkan  perasaan negatifnya pada saat itu, misalnya takut – marah – kecewa dll. Anak ini mengalami perasaan negatif  berdasarkan pemahaman dan pemikiran diusianya tersebut. Perasaaan ini akan terus terbawa hingga dewasa.

Anak ini mempunyai kekuatan yang sangat besar dan dapat mengendalikan anda yang dewasa bila keadaan dan waktunya tepat. Seperti anda ketika berlibur pada contoh diatas tadi, anda tidak mampu untuk menahan mengekspresikan perasaan anak kecil itu. Permasalahan sering timbul diakibatkan luka bathin/perasaan negatif anak, perasaan marah pada masa anak yang tidak terselesaikan misalnya. Marah ini akan menjadi meledak diakibatkan oleh “Snow Ball Effect”.

Yang saya maksud dengan snow ball effect disini adalah perasaan marah pada saat anak umur 4 tahun sebagai perumpamaan dipendam tidak terselesaikan, kemudian kembaliada beberapa kejadian ada perasaan marah yang kembali terjadi diusia selanjutnya terus berulang sehingga dewasa saling menambah saling menguatkan. Jadilah sebuah kemarahan yang terpendam didalam diri yang besar dan tidak diketahui keberadaannya. Kemarahan ini akan meledak disaat mempunyai kesempatan mejadi suatu kemarahan yang meledak ledak.

Saya akan ceritakan salah satu sesi terapi, seorang ibu sebut saja Dewi berusia 42 th mengalami kesulitan dengan kontrol emosinya, ibu ini bila marah sangat meledak ledak sekali tidak peduli apa masalah pemicu marahnya ini hal kecil atau masalah besar tingkat kemarahannya sama besarnya. Kata kata yang keluar dari ucapannya sudah sangat kasar dan bukan hanya itu pangan kaki pun semua bergerak. Bisa anda bayangkan bagaimana kondisi suaminya bila hal ini sedang terjadi. Hal ini membuat beberapa kali perkawinannya gagal. Singkatnya, bu Dewi datang kepada saya minta untuk terapi karena hal tersebut. Setelah mengisi intake form dan diketahui target keinginan bu Dewi untuk “sembuh” bisa lebih sabar/tenang dalam menghadapi peramasalahan. Saya melakukan arahan untuk bu Dewi ini kembali merasakan kembali marahnya pada saat terakhir kali yang diingat dan dirasakannya…… kemudian dengan memakai prinsip  Snow Ball Effect tadi ditelusuri asal pertama kali perasaan marah ini timbul dan ada dalam diri bu Dewi.

Akhirnya sampai pada satu peristiwa di usia 16 tahun pada saat kelas satu SMA, dimana disaat itu Dewi remaja baru sampai kerumah pulang dari sekolah setelah lewat magrib mungkin jam 1800 sampai 18.30. Ayahnya marah dan dipukul ,Dewi remaja merasa marah dan tidak terima perlakuan tersebut karena menurutnya hal ini bukan salah Dewi. Dewi remaja mengikuti ajakan temannya untuk pergi ke tempat foto  dulu setelah selesai sekolah. Perasaan marah ini terus dia pendam dan tidak ada komunikasi dengan ayahnya untuk meklarifikasi hal tersebut. Dengan “Inner Child Teknik” terapis memungkinkan untuk berbicara dengan Dewi remaja dan dengan teknik lain mengahadirkan sosok ayahnya untuk mempertemukan mereka dan membereskan permasalahan tersebut sehingga Dewi Remaja dapat melepas perasaan marah dan kecewa karenamerasa  tidak bersalah sertra memberikan pemahaman baru terhadap dewi Remaja. Setelah  “Dewi Remaja”  merasa plong kemudian dikembalikan ke masa saat ini untuk memeriksa perasaan marahnya apakah sudah hilang. Kondisi emosi ini tidak ada ,dicoba  dites dengan beberapa kondisi sedah baik. Terapi selesai.

Inner Child teknik adalah salah satu teknik untuk terpis berhubungan dengan anak kecil yang ada dalam diri kita, hal ini memungkinkan terapi mengetahui kejadian,perasaan, kondisi klien suasana tempat bahkan orang yang menyertai klien pada saat tersebut. Jadi anak kecil mana yang ada dalam diri anda? Sehat,kuat,bahagia,sedih, humoris, pemarah, terluka, ketakutan, …….Diri anda saat ini  sebagian adalah refleksi anak kecil ini.

 

Written by 

I.Hartaman praktek Hipnoterapi di Cikarang Barat,Kab Bekasi. Dengan perjanjian dapat melalukan terapi maupun konsultasi. I.Hartaman memberikan seminar teknologi pikiran untuk pelajar/siswa, teman serta kolega untuk mengatasi masalah keseharian. I.Hartaman mendapatkan Certified Hypnotherapist dengan menyelesaikan pendidikan 100 jam Scientific EEG and Clinical Hipnotherapy berstandar tinggi Adi W Gunawan Institute of Mind Technology Surabaya.